Angkara
--
Tidak ada yang pernah membicarakan tentang bagaimana rasanya menyaksikan atau mengalami kekerasan fisik sebagai seorang anak dapat memengaruhi cara pandang terhadap sentuhan fisik dan keintiman, dan bagaimana hal itu dapat memengaruhi hubungan di masa depan. Kau tidak bisa menyentuh mereka tanpasemua trauma itu kembali menghantui.
Lalu, semua orang berkata :
"Tapi kau selamat."
Ya, aku memang selamat.
Namun, aku masih menangis ketika seseorang membentakku. Detak jantungku masih meningkat ketika aku mendengar suara benturan ataupun suara barang barang yang pecah. Aku masih terbangun dari mimpi buruk dengan keringat yang bercucuran. Aku menganalisis semuanya secara berlebihan, dan mengamati setiap ruangan, seolah-olah bahaya sedang mengintai.
Kedamaian memang ada di sekitarku, tepi perang di dalam diri ku belum usai.
Komentar
Posting Komentar